|
Tahukah kamu
Teman-teman, Ibu Yohana, guru kelas VA SD Kristen Petra 1, mengajak murid-muridnya untuk melakukan percobaan, yaitu membedah ikan. Ingin tahu ... penelitian apa, ya, kira-kira? Ooo... ternyata penelitian yang dilakukan adalah tentang alat pernapasan ikan. Yuk, kita lihat langkah apa yang harus dilakukan...! Untuk alatnya, menggunakan pisau dan tempat/alas untuk ‘pasien’. Dan yang utama ... sediakan seekor ikan. Sekarang, ‘operasi’ siap untuk dimulai! Pertama-tama, membuka kedua insang yang terletak di sebelah kiri dan kanan kepala ikan. Lalu, membelah bagian perut sampai kepala ikan. Kini ... kita bisa lihat bagian-bagian organ dalam dari ikan tersebut. Nah, karena penelitian kali ini tentang pernapasan ikan, kita bisa mengeluarkan insang dari kepala ikan untuk mempermudah penelitian.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
My Experiment
Setelah mengikuti pelajaran teori di kelas, sekarang waktunya kami mengikuti pelajaran praktik di laboratorium, yaitu: membandingkan tingkat hantaran panas benda. Sebagai siswa kelas VI SD Kristen Petra 1, saya bangga dan senang, karena setiap selesai mengikuti kegiatan di kelas, kami langsung praktik di laboratorium. Apalagi kami siswa kelas VI yang akan mendekati ujian, jadi harus lebih giat belajar. Nah, untuk mengawali kegiatan tersebut, kami harus menyiapkan alat dan bahan, yang meliputi: batangan/lempengan baja, tembaga, besi, kaca, seng, aluminium, mentega, enam buah lilin, korek api, serta balok kayu. Setelah bahan dan peralatan sudah siap, selanjutnya kami memulai dengan menyusun lempengan/batangan logam tadi di atas balok kayu. Letakkan mentega pada ujung lempengan bagian kiri. Lalu letakkan lilin, dan nyalakan di bawah lempengan bagian kanan. Sekarang amatilah, di logam mana yang menteganya lebih dulu mencair, dan di logam mana yang menteganya paling akhir mencair?? Nah, teman-teman, itulah tadi percobaanku. Sekarang giliran kalian, selamat mencoba........!!! |
|
Kegiatan Belajar
Mengimplentasikan pembelajaran kepada siswa menggunakan metode Pakem (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), yang akan mampu menimbulkan rasa senang belajar bagi siswa. Kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas, itu akan membuat siswa semakin antusias dalam belajar. Pembelajaran dalam suasana informal akan menjadikan suasana belajar yang lebih santai. Siswa dengan serius mengenal tanaman toga, dan untuk itu, mereka tidak takut kotor. Selain dilakukan di dalam ruangan, siswa juga melakukan proses belajar mengajar di luar ruangan. Salah satunya adalah dengan mengikuti kunjungan ke pangkalan TNI Angkatan Udara dan BMG, untuk mengadakan penelitian mengenai cuaca dan berbagai macam peralatan tempur udara.
|
|
|
|
|
|