|
Pendidikan Karakter dan Kreativitas Sekolah
“Duk … duk … duk … crek …crek … crek “ demikianlah bunyi yang dihasilkan dari alat – alat musik sederhana yang berupa botol plastik, sendok, garpu, kaleng, tutup gelas, dan piring plastik. Paduan bunyi dari berbagai alat musik sederhana tersebut ternyata bisa menghasilkan nada dan irama yang sangat harmonis. Lihat saja foto di atas, dengan iringan musik tersebut para siswa dan guru pun dapat berdendang dan menari dengan penuh sukacita. Permainan yang berjudul "Musik Jazz dan Kebebasan" ini dilaksanakan oleh para siswa kelas I – VI SD Kristen Petra 10 pada pembelajaran Pendidikan Karakter tanggal 10 Maret 2012 . Mereka diberi kebebasan untuk menentukan alat musik yang akan mereka pakai dan membunyikannya sesuai dengan keinginan mereka. Namun, mereka juga harus memperhatikan irama musik dari teman yang lain supaya menghasilkan irama yang bagus.
|
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Melakukan yang terbaik
“Mr. Popper’s Penguin” adalah sebuah film yang menceritakan perjuangan seseorang yang hendak menyelamatkan penguin dari bahaya kepunahan. Film yang diputar dalam pelajaran Pendidikan Karakter SD Kristen Petra 10 tersebut memberikan contoh kepada para siswa bahwa untuk mencapai suatu tujuan kita harus terus melakukan yang terbaik, bukan untuk manusia melainkan untuk Tuhan.
Usai menonton film bersama, para siswa kelas I sampai III diajak untuk membuat sebuah karya. Pola-pola yang terdiri atas berbagai macam bentuk seperti segitiga, persegi, dan persegi panjang dari kertas origami tersebut harus mereka rangkai dan tempel di atas sehelai kertas buffalo sehingga membentuk rumah. Dari kegiatan sederhana ini, para siswa dilatih untuk melakukan sesuatu dengan sepenuh hati mereka untuk membentuk sebuah bangunan rumah yang bagus dan rapi sehingga hasilnya pun memuaskan. Sementara itu, para siswa kelas IV sampai VI juga berlatih untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka dengan memainkan biola atau pun gitar. Ada juga siswa yang menampilkan break dance, lho!
Semoga dengan melalui proses kegiatan-kegiatan ini, para siswa menjadi paham bahwa melakukan yang terbaik memang tidaklah mudah karena membutuhkan segenap kemauan dan ketulusan dari orang yang hendak melakukannya. Dengan memahami hal ini, maka kelak mereka dapat memperoleh hasil yang terbaik dari usaha yang sepenuh hati mereka lakukan. Let’s do our best!!
|
|
Tangguh dan Tekun
“Coba… Terus coba.. sampai aku bisa. Aku pasti bisa!”. Itulah penggalan syair dari lagu yang berjudul “Aku Pasti Bisa”. Lagu tersebut sangat sesuai dengan tema Pendidikan Karakter yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 7 Januari 2012, yaitu “Tekun dan Tangguh”.
Dalam Pendidikan Karakter kali ini, para siswa kelas I sampai III SD Kristen Petra 10 diajak untuk bersama-sama melakukan permainan “Lucky Luke” yang lebih dikenal dengan nama “Tembak Dor”. Permainan ini mengasah kemampuan siswa untuk cepat tanggap dan melatih ketangkasan mereka. Siswa yang tangguh bertahan sampai akhir permainan adalah pemenangnya.
Sementara itu, para siswa kelas IV sampai VI melakukan permainan “Menyeberangi Tanah Beracun”, di mana mereka harus memindahkan kertas kardus secara bertahap tanpa kakinya menyentuh atau menapak di atas lantai. Permainan ini melatih kemampuan kerjasama siswa dalam kelompok sekaligus ketekunan dan ketangguhan mereka untuk bertahan dan melakukan permainan ini hingga selesai.
Semoga dengan mengembangkan karakter tekun dan tangguh ini para siswa dapat menjadi pribadi yang pantang menyerah dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidupnya dan berani menggapai impian atau tujuan yang diinginkannya.
|
|
Menghormati Diri Sendiri
“Tanganku kerja buat Tuhan, mulutku memuji nama-Nya, kakiku berjalan cari jiwa, upahku besar di surga....”, demikianlah petikan lagu pujian yang menggambarkan tema Pendidikan Karakter yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober 2011 lalu, yaitu “Menghormati Diri Sendiri”. Pada pembelajaran kali ini, para siswa diajak untuk menyaksikan sebuah mini drama yang diperankan oleh para guru. Drama tersebut menceritakan kisah tentang Lili Si Macan Kumbang yang merasa putus asa dengan kondisi tubuhnya yang berbeda dengan saudara-saudaranya. Namun, berkat perhatian dari teman-temannya, Lili Si Macan Kumbang akhirnya bisa menerima keadaannya karena ia belajar untuk menghormati dirinya sendiri.
Para siswa kelas I, II, dan III menyimak mini drama Lili Si Macan Kumbang dengan saksama. Mereka tampak senang dan antusias untuk mempelajari makna di balik kisah tersebut, yaitu pentingnya belajar untuk menghargai dan menghormati diri kita sendiri bagaimana pun keadaan kita. Oleh karena itu, kita harus bersyukur kepada Tuhan dan mengingat bahwa setiap dari kita adalah berharga di mata-Nya..
|
|
Mematuhi Norma
Norma adalah aturan yang harus kita patuhi baik di dalam lingkungan keluarga, sekolah, tempat ibadah, maupun masyarakat. Namun pertanyaannya adalah, mengapa kita harus mematuhi norma yang ada, dan norma apa sajakah yang harus kita patuhi?
Pertanyaan-pertanyaan dari para siswa tersebut akhirnya terjawab juga dalam Pendidikan Karakter Kristiani (PKK) pada tanggal 10 September 2011 lalu. Dengan mengangkat tema “Mematuhi Norma”, para siswa belajar tentang berbagai macam contoh norma yang ada di lingkungan sekitar mereka. Misalnya tepat waktu, memakai seragam dengan rapi dan lengkap, merapikan tempat tidur sendiri, menghormati orang yang lebih tua, berpakaian sopan dan rapi saat beribadah, serta menaati rambu-rambu lalu lintas. Para siswa tampak sangat antusias ketika mengikuti pelajaran PKK yang dikemas dengan berbagai permainan yang bertemakan menghormati norma. Permainan-permainan tersebut membantu siswa dalam belajar untuk memahami makna norma sesungguhnya. Setelah menerima dan memahami materi yang disampaikan, diharapkan para siswa belajar mendisiplinkan dirinya untuk mematuhi norma-norma yang ada.
|
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 3 |