|
|
|
Lomba Desain Prangko Nasional 2010
Lomba Desain Prangko Nasional ini diadakan mulai tanggal 10 Juli — 25 Agustus 2010, dan bertemakan tentang pramuka. Pada desainnya, Lona menggambarkan empat orang siswa yang sedang berseragam pramuka. Keempat siswa tersebut berasal dari berbagai macam suku dan bangsa, seperti Tionghoa, Jawa, dan Ambon. Maksud yang hendak disampaikan oleh Lona melalui gambar tersebut, walaupun kita berbeda-beda, tetapi kita tetap satu ... yaitu Indonesia. Kita tetap mempunyai kewajiban menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia agar slogan “Jayalah Indonesiaku” bisa terwujud dalam kehidupan nyata. Tidak hanya itu saja, melalui gambar tersebut, Lona juga hendak menunjukkan bukti tentang emansipasi wanita dalam kepramukaan. Kemudian pada pertengahan bulan September 2010, tepatnya pada tanggal 15 September 2010, Lona mendapat kabar bahwa hasil karyanya terpilih sebagai pemenang. Sebenarnya, lomba ini terbagi atas tiga kelompok. Kelompok A, untuk peserta berusia di atas dua puluh tahun. Kelompok B, untuk peserta berusia antara 13—20 tahun. Kelompok C, untuk peserta berusia di bawah tiga belas tahun. Dan Lona menjadi juara di kelompok B dengan nilai 695. Sedangkan penyerahan hadiah akan diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 26 September 2010, yang disaksikan secara langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Bapak Tifatul Sembiring.
Jakarta, 26 September 2010 Pagi-pagi sekali, saya didampingi oleh Ibu Ester Prasetyowati sudah meninggalkan hotel, dan menuju ke lokasi acara, yang berada di Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Acara pada pagi itu diawali dengan jalan bersama oleh seluruh staf dan pegawai Kemenkoinfo, serta staf Dirjen Postel. Seusai acara jalan pagi bersama, acara dilanjutkan dengan peringatan Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi yang dibuka oleh Bapak Tifatul Sembiring, selaku Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Desain Prangko Nasional 2010, dilaksanakan pada saat pertengahan acara tersebut. Ketika MC memanggil nama saya, dan saya pun menjadi sangat nervous, karena akan bertemu langsung dengan Sekjen Ditjen Postel, Bapak Basuki Iskandar. Ketika berada di atas panggung, saya diminta untuk menjelaskan tentang maksud dari hasil karya saya. Saya pun berusaha menjelaskan sebaik-baiknya, dan tampaknya hadirin menikmati penjelasan yang saya berikan. Banyak sekali pengalaman baru yang saya peroleh melalui acara ini. Salah satunya adalah perkenalan saya dengan para filatelis dan telegris (kolektor kartu telepon) Indonesia, yang membuat saya semakin mengenal dunia pos dan telekomunikasi Indonesia. |

Tanggal 26 September 2010 menjadi hari bersejarah bagi Lona Raditya Soedarsono, siswi SMA Kristen Petra 1. Lona terpilih sebagai pemenang Lomba Desain Prangko Nasional 2010, dia menyisihkan 576 peserta lainnya. Lomba tersebut diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi.