|
|
|
“BRONZE MEDAL” The 28th Balkan Mathematical Olimpiad
Inilah catatan perjalanan Peter Tirtowijoyo Young, siswa kelas IX-9 SMP Kristen Petra 1 saat meraih prestasi dalam ajang Balkan Mathematical Olympiad 2011 yang diselenggarakan di Rumania: Tanggal 3 Mei 2011, kami berangkat menuju Rumania. Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Singapura selama satu setengah jam, transit di bandara dan menunggu selama satu jam. Dari Singapura, kami melanjutkan lagi perjalanan selama sebelas jam ke Istanbul, Turki, transit selama tiga jam, lalu terbang lagi ke Bucharest, Rumania, selama dua jam. Di sana, beda waktu dengan di Surabaya sekitar lima jam lebih. Perjalanan yang melelahkan membuatku ingin langsung beristirahat, aku menyadari kalau kondisi tubuhku kurang baik karena temperatur suhu di sana sekitar 15–200 C. Kenyataan itu menggagetkanku, karena menurut informasi, suhunya diperkirakan antara 25–300 C, sehingga baju tipis yang kubawa dari Surabaya terasa kurang nyaman untuk tidur. Tanggal 5 Mei 2011, kami mengikuti opening ceremony di University of Iasi. Olimpiade ini diikuti oleh sepuluh negara sebagai official participants dan sebelas negara sebagai invited participants. Tiap negara rata-rata mengirim enam peserta yang berumur sekitar 17 tahun atau setara kelas XI SMA, kecuali Indonesia yang hanya mengirim dua peserta. Saat tengah malam, tiba-tiba badanku panas, aku mencoba menelepon orang tua, dan mereka lalu menyuruhku mengukur suhu tubuhku. Ternyata, suhu tubuhku mencapai 38,90 C. Lalu, aku segera makan seadanya dan minum obat. Saat tes, aku dalam keadaan demam tinggi, pusing, dan batuk. Aku berdoa kepada Tuhan mohon kekuatan agar bisa berkonsentrasi dalam tes. Tes yang berisi empat soal ini berlangsung selama empat jam. Soalnya relatif sulit jika dibandingkan dengan di Indonesia, dan aku berusaha bekerja semampuku. Keesokan harinya, aku pindah ke kamar guru pendamping yang lebih enak, berharap agar kondisi tubuhku bisa lebih baik. Dan setelah itu, aku mengikuti moderasi. Moderasi dilaksanakan per soal. Moderasi pertama, aku tidak mendapat apa-apa karena tahu kesalahannya, dan nilainya tidak dapat dinaikkan, sehingga aku hanya mendapat nilai dua dari sepuluh poin. Soal kedua, aku berdebat selama satu jam dengan juri, awalnya aku diberi nilai satu poin, kemudian kutinggal dan tidak tanda tangan. Selanjutnya soal ketiga, aku tidak dapat moderasi karena tidak menulis apa-apa. Dan soal terakhir, aku mendapat nilai lima, tetapi aku debat lagi dan mendapat nilai lumayan. Tiba-tiba, juri yang tidak kutandatangani itu datang dan bilang kalau aku mendapat tambahan poin, sehingga nilaiku cukup memuaskan dan mungkin berpotensi meraih medali. Pada malam hari tanggal 7 Mei 2011, aku sangat tegang menanti hasil pengumuman. Tetapi, tiba-tiba guru pendampingku mendapat ‘bocoran’ bahwa aku berhasil meraih medali perunggu. Dan setelah itu, aku dipanggil untuk menerima medali. Aku sangat bersyukur, Tuhan masih memberikan saya hasil yang baik walaupun dalam kondisi sakit. Yaah... sebenarnya agak kecewa karena seharusnya bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi. Keesokan harinya, aku kembali ke Jakarta dan disambut oleh beberapa wartawan dan orang dari Surya Institute. Aku mendapat kalungan bunga. Mama juga datang untuk menjemputku. Setelah itu, aku bertolak ke Surabaya, karena esoknya aku mengikuti OSK mewakili SMP Kristen Petra 1 untuk bersaing di tingkat SMA. |



