SMP Kristen Petra 3 - Berjuang dalam Tekanan - PPPK Petra
Click on the slide!

Gedung SMP Kristen Petra 3

Proses belajar mengajar dilaksanakan di gedung ini.

Click on the slide!

Kegiatan Kesiswaan

Berbagai kegiatan akademis dan nonakademis lainnya, juga merupakan kesempatan bagi para siswa untuk mengembangkan diri. Hal kepemimpinan, mereka pelajari dengan pengalaman dan pembinaan dalam kegiatan peduli lingkungan.

Click on the slide!

Lomba Cipta Elektronik Nasional XIV 2009

Maria Eleonora dan Yogi Purnomo, meraih Juara II dengan karya "Kaca mata modifikasi untuk tuna netra."

Click on the slide!

ICYS Polandia 2009

Dengan judul penelitian "Biological Control Using Trichogramma Japanicum as Egg Parasite" pada International Conference Young Scientis (ICYS) tahun 2009 di Polandia, Vincentius Gunawan dan Fernanda Novelia meraih medali emas.

Click on the slide!

Sumorobo Competition

Berkompetisi secara sehat dalam mengembangkan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta kreatifitas, sudah harus ditanamkan pada diri para siswa. Dalam ajang yang spektakuler ini, para siswa sangat antusias dalam mencetak Penghargaan Muri (Museum rekor Indonesia) dalam Sumorobo Competition, yang menampilkan karya seratus tujuh robot karya siswa.

Click on the slide!

Karyawisata

Mengenal berbagai jenis tanaman hortikultura, para siswa praktik mengembangbiakkan tanaman dengan cara mencangkok, menyetek, maupun menempel.

Click on the slide!

Semangat...!!!

Bahu membahu saling bekerja sama untuk mencapai tujuan terbaik.

Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
| |

maps

Berjuang dalam Tekanan

petracup2011

Malam itu, aku terbangun dan langsung tergerak untuk berdoa untuk kemenangan tim kami. Itu karena aku menerima SMS dari kapten tim kami, Michael Christiano (IX-8), semalam menjelang pertandingan kami pada final Lomba Bola Basket Putra dalam Petra Cup 2011. Teman-teman yang lain, seperti Kevin Jayaputra (IX-7), Albert Giovanni (IX-5), Gregorious Gery G. (IX-2), Gabriel Reynard (IX-1), dan Aristo (VIII-2), juga melakukan hal yang sama. Tak ketinggalan juga, ‘junior-junior’ kami, Patrick Layadi (VIII-5), Joshua Hebert (VIII-4), Ricky Agustinus (VIII-2), dan Ricky Jayaputra (VII-8).

Hari bertanding pun tiba. Aku merasa siap dan yakin tim kami bakal memenangkan pertandingan kali ini. Alasannya... kami mempunyai pengalaman bertanding melawan SMP Kristen Petra 2 di ajang pertandingan bola basket lain sebelumnya, dan berhasil memenangkannya. Selain itu, kami juga yakin karena berbekal kemenangan atas SMP Kristen Petra 4 pada babak semifinal, dengan skor 41-17, pada 18 Januari 2011. Namun, perasaan yang sama tidak ditunjukkan oleh Michael dan Kevin, dua penyumbang poin terbanyak di tim kami. Mereka terlihat gugup dan gelisah, wajah mereka tampak pucat karena saking tegangnya. Tetapi... kami membawa segala kekhawatiran kami dalam doa, dan menyerahkannya kepada Tuhan. Pertandingan pun akhirnya dimulai. Saat itu, kami sudah tidak dapat mundur, dan harus siap menghadapi apa pun yang terjadi. Menang atau kalah, kami pasrah. Kemudian, kami memasuki lapangan dengan hati yang mantap. Pada awalnya, kami sempat tertekan karena melihat kelincahan yang luar biasa dari para pemain Petra 2. Mereka bermain dengan semangat yang tinggi, karena sedang bermain di ‘rumah’ sendiri. Bahkan, mereka pun sudah mengalahkan dua tim tangguh lainnya, yaitu SMP Kristen Petra 1 dan SMP Kristen Petra 5. Pertandingan berjalan dengan sangat seru. Setelah dua menit, kami mendapat poin pertama yang disumbangkan oleh Kevin melalui fast break-nya. Hal itu membakar semangat tim kami. Dia melakukan lay-up tanpa kawalan pemain lawan, dan kami pun unggul pada empat poin pertama. Selanjutnya, pertandingan berjalan dengan cukup sengit. Kedua tim bersaing memperebutkan poin, hingga akhirnya kami menutup half pertama dengan skor 22-12. Sampai di situ, kami belum boleh merasa berpuas diri, karena perjuangan masih panjang. Pelatih kami memimpin doa sebelum kami turun kembali ke lapangan. Pada pertengahan half kedua, kami menjauh dengan skor 38-18. Suara suporter kedua tim terus terngiang di telinga kami, dan hal itu cukup menggoncang konsentrasi kami. Pada menit-menit terakhir, tim lawan mengejar perolehan angka dengan sangat cepat, namun kami terus berusaha untuk mempertahankan keunggulan sampai peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan. Akhirnya... kami berhasil menang dengan skor  42-30.

Kami berterima kasih kepada teman-teman dan para guru yang telah mendukung kami, khususnya pelatih kami yang terkasih, Ibu Delores Poetiray. Terlebih dari itu, kami bersyukur kepada Tuhan atas karunia kemenangan ini. Sebab, tanpa Dia ... kami bukan apa-apa.

by: Rapha

 
boost the values reap the success