Alumni2020-03-21T09:59:49+07:00

SUKSES ALUMNI

PPPK Petra berterima kasih kepada Bapak/Ibu orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya mengenyam pendidikan di PPPK Petra. Mereka yang telah menjadi alumni merupakan bagian dari keluarga besar PPPK Petra. Kami meyakini alumni PPPK Petra yang tergabung dalam Ikatan Alumni PPPK Petra (Ikapetra) adalah salah satu kekuatan terbesar untuk saling berkontribusi membangun negeri ini.

Dato’ Sri Prof. DR. Tahir, MBA – Alumnus SMA Kristen Petra Kalianyar 1971

“Bangga menjadi alumni PPPK Petra, sukses untuk PPPK Petra”

Dato' Sri Prof. DR. Tahir, MBA, founder Mayapada Group

Siapa yang tidak mengenal nama Dato’ Sri Prof. DR. Tahir, MBA di Indonesia? Sebagai seorang pengusaha, sepak terjang beliau dalam dunia bisnis sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, pria kelahiran 26 Maret 1952 ini juga memiliki bakat dalam kepemimpinan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penghargaan maupun kepercayaan yang diberikan publik kepada beliau untuk memimpin beberapa organisasi atau pun lembaga yang ada di Indonesia.

Baru-baru ini saja, beliau menerima anugerah penghargaan sebagai Entrepreneur of The Year 2011 baik dari Majalah All Asian Leader maupun Ernst & Young. Bahkan CEO dari Ernst & Young Indonesia, Giuseppe Nicolosi, juga mengakui kredibilitas beliau. “Gebrakan, visi, dan komitmen Tahir dalam membangun bisnis benar-benar mengesankan. Dia adalah salah satu contoh usahawan Indonesia yang selalu terbuka dan mempertimbangkan aspek jangka panjang. Kami berharap pencapaian Tahir bisa menginspirasi pengusaha lain untuk megikuti jejaknya,” komentarnya.

Alumnus SMA Kristen Petra Kalianyar angkatan 1971 ini juga banyak memberikan kontribusi di berbagai bidang, seperti menjadi staf khusus Persatuan Judo Seluruh Indonesia dan staf khusus Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, serta menjadi anggota Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan anggota Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia. Saat ini, beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Pengusaha Indonesia Tionghoa dan menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), serta terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Presiden Indonesia Table Tennis Association. Beliau juga mendapatkan penghargaan sebagai pembina olahraga terbaik dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, dan pada tahun 2010 beliau mendapatkan DAN V (Black Belt) dari Persatuan Judo Seluruh Indonesia dan Honorary Black Belt DAN VI dari Federasi Shotokan Karate-Do International.

Tidak hanya itu, pada bulan Mei 2010 yang lalu, beliau juga mendapatkan anugerah gelar Dato’ Sri dari Kesultanan Pahang Malaysia dan anugerah gelar Professor dari Lingnan College, Sun Yat-Sen University pada periode Oktober 2011 sampai dengan September 2014. Bahkan pada tahun 2011 lalu, beliau juga mendapatkan penghargaan di bidang pendidikan dari Mr. Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura pada saat itu. Sejak tahun 2002, beliau juga menjabat sebagai Ambassador dari University of Southern California dan pada tahun 2007, beliau menjadi orang Indonesia dan Asean pertama yang menduduki posisi sebagai Board of Trustee UC Berkeley.

Menjadi seorang yang sukses dan berhasil tidak menjadikan beliau seperti kacang yang lupa pada kulitnya. Beliau bahkan banyak memberikan dukungan baik moril dan materiil sebagai alumni kepada IKAPETRA. Semoga prestasi beliau dapat menjadi teladan dan inspirasi baik bagi para alumni PPPK Petra maupun para siswa.

Ir. Tonny Kusnadi – Alumnus SMA Kristen Petra Embong Wungu 1965

“Bangga menjadi alumni PPPK Petra, sukses untuk PPPK Petra”

Ir. Tonny Kusnadi, komisioner BCA

Sebagai alumni sekolah SMA PPPK Petra Embong Wungu tahun 1965, saya akui bahwa pendidikannya sangat baik. Dengan guru-gurunya yang sangat disiplin dan berdedikasi tinggi. Saya teringat salah satu guru Ir Lie Tjoan Kwan, yang mendesain Tugu Pahlawan. Pada waktu mengajar, dari mulai masuk kelas sampai akhir pelajaran, terus menulis dipapan dengan rokoknya menempel dibibir sampai abunya panjang dan tidak jatuh.

Lulusan tahun 1965 itu merupakan masa yang paling sulit. Mengingat bahwa tahun tersebut adalah tahun terjadinya peristiwa G 30 S,dimana terjadi pergantian pemerintahan. Banyak teman-teman pergi ke Germany untuk kuliah. Saya meneruskan kuliah di Unibraw Malang, karena mendapatkan bea siswa tanpa ikatan dinas dari Bank Indonesia( Karena ayah saya bekerja di BI). Kuliah disaat itu dengan buku-buku sebagian besar dari Rusia dan belum mengenal komputer dan internet. Setelah lulus, saya mendapat tawaran untuk bekerja di BI, tetapi saya menolak,mengingat latar belakang saya dari Mechanical Engineer.

Perjalanan hidup saya berliku-liku mulai dari SalesmanSales Manager, Executive ManagerGeneral Manager sampai Direktur diberbagai perusahaan dan terakhir Komisaris sejak 2003 di Bank Swasta BCA. Ingin saya bagikan pengalaman kerja saya ini kepada adik-adik yang masih berjuang keras belajar sekarang ini, beberapa petuah : Nomer satu didalam bekerja adalah Integritas yang tinggi, harus ulet dan tekun, tidak cepat berputus asa. Jangan terlalu Idealis, bahwa bekerja harus dibidang yang sama dengan latar belakang pendidikan (saya menolak tawaran BI tetapi akhir karir di industri Bank). Jangan melihat keatas (ingin meniru orang lain) karena kita akan tersandung batu, jangan pula melihat kebawah, karena kita tidak akan melihat opportunity ,yaitu tangga untuk naik keatas mencapai prestasi yang lebih besar.

Akhir kata, sebagai Alumni PETRA, saya berterima kasih kepada sekolah SMA Petra dan semua guru-guru yang telah mengajar saya,dan mudah-mudahan dengan adanya IKAPETRA, saya doakan dan harapkan agar Sekolah Petra dapat terus berkembang maju dan bila perlu Go InternationalGod Bless Us All.

Sandra Angelia – alumnus SMP Kristen Petra 2 Manyar

“This is unity for better life”

Sandra Angelia, Miss Indonesia tahun 2008

Meskipun lama tinggal dan menempuh pendidikan di Perth, Australia, saya masih ingat sekali masa-masa ketika saya bersekolah di TK Kristen Petra Pucang. Selain senang mendapat teman-teman sekolah yang baik, saya juga sangat suka dengan taman bermainnya, sampai-sampai kepinginnya dijemput terlambat saja supaya saya bisa bermain lebih lama lagi.

Saya juga masih ingat dengan beberapa guru, seperti guru bahasa Inggris saya di SD Kristen Petra Pucang. Wah, beliau sangat strict sekali, membuat saya merasa bosan saat mengikuti pelajarannya dahulu. Tetapi saat saya pindah ke Perth, wuaahh.. rasanya panik, mau minta tolong ke siapa ini.. ? Saat itulah saya baru benar-benar merasakan bahwa apa yang diajarkan oleh beliau sangatlah berguna. Ada pula guru-guru yang di luar dugaan saya, seperti Ibu Evelyn, guru kelas V-A. Karena raut wajah beliau yang cukup menyeramkan, belum apa-apa saya sudah takut duluan, padahal sebenarnya beliau sangat baik. Namun secara keseluruhan, di balik kenangan-kenangan itu, saya bisa mengatakan bahwa pendidikan yang saya peroleh di PPPK Petra sangatlah baik. Sejak dini, kami dididik secara disiplin, baik dari segi akademis maupun spiritual, serta ditunjang dengan guru-guru yang berkualitas. Well, I can say Petra is one of the best Christian School in Surabaya.

Saya sendiri berkesempatan untuk terpilih di ajang miss Indonesia tahun 2008. Sebuah kepercayaan untuk memperkenalkan prestasi dan budaya Indonesia di dunia internasional. Sebagai salah satu alumni, saya sungguh berharap ke depannya akan muncul tokoh-tokoh yang luar biasa dari alumni Petra. Baik itu seorang pemimpin, politisi, bankir, lawyer, artis, maupun tokoh dalam bidang lain yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Untuk mencapai hal itu, tentunya diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Di sinilah networking yang dilakukan IKAPETRA nantinya akan memiliki peranan besar dalam memfasilitasi para alumni Petra untuk terus membina dan mengembangkan hubungan di segala bidang.

This is unity for better life.