Alumni2020-03-21T09:59:49+07:00

SUKSES ALUMNI

PPPK Petra berterima kasih kepada Bapak/Ibu orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya mengenyam pendidikan di PPPK Petra. Mereka yang telah menjadi alumni merupakan bagian dari keluarga besar PPPK Petra. Kami meyakini alumni PPPK Petra yang tergabung dalam Ikatan Alumni PPPK Petra (Ikapetra) adalah salah satu kekuatan terbesar untuk saling berkontribusi membangun negeri ini.

Minarti Timur – alumnus SMA Kristen Petra 2 Manyar 1982

” IKAPETRA bisa menjadikan alumni sebagai motivasi untuk anak-anak yang lebih muda, serta mendorong mereka untuk semakin maju dan berkembang. Jadi, bergabung dalam IKAPETRA tidak hanya untuk berkumpul dan sekadar reuni saja, tetapi juga saling mendukung untuk masa depan kita bersama, dan untuk anak-anak muda tunas bangsa negeri ini.”

Minarti Timur, Pemain bulu tangkis peraih Medali Perak Olympiade Sydney 2000

Saya mulai terjun ke dunia bulu tangkis sejak duduk di bangku SMP Kristen Petra Embong Wungu, tepatnya pada tahun 1982. Menginjak tahun 1983, ketika masa-masa bersekolah di SMA Kristen Petra 2, saya mulai meraih kejuaraan hingga tingkat provinsi. Dengan adanya pertandingan-pertandingan yang banyak diadakan di luar sekolah, membuat saya harus izin berkali-kali dari sekolah. Meskipun saya tetap didisiplinkan dalam belajar dan memperoleh nilai yang baik, saya sangat bersyukur karena baik sekolah maupun para guru tidak ada yang menyulitkan, bahkan mereka mendukung saya untuk meraih prestasi.

Setelah lulus SMA pada tahun 1986, saya masuk ke pelatnas untuk total terjun dalam dunia bulu tangkis.  Bisa dibilang perjalanan hidup saya dipenuhi dengan olahraga kecintaan saya ini. Puji Tuhan, saat Olimpiade Sydney tahun 2000, saya berhasil meraih medali perak di nomor ganda campuran bersama Tri Kusharyanto. Saat ini saya melatih anak-anak muda di Filipina dalam bermain bulutangkis.

Januari 2012, sungguh sebuah pengalaman yang berharga saat berkunjung ke beberapa sekolah PPPK Petra bersama-sama dengan pengurus IKAPETRA, yang saat itu sedang dilaksanakan kegiatan character building. Melihat antusiasme yang besar dari anak-anak saat mengikuti pendidikan karakter. Dan ini adalah suatu kesempatan yang baik bisa membagikan pengalaman dan motivasi untuk anak-anak Petra. Sebenarnya, pendidikan karakter sama pentingnya dengan pendidikan kognitif, yaitu untuk membangun mental dan spiritual siswa. Sekadar informasi saja, bahwa di Filipina, pendidikan adalah nomor satu.

Selain itu, saya juga berharap ke depannya IKAPETRA bisa menjadikan alumni sebagai motivasi untuk anak-anak yang lebih muda, serta mendorong mereka untuk semakin maju dan berkembang. Jadi, bergabung dalam IKAPETRA tidak hanya untuk berkumpul dan sekadar reuni saja, tetapi juga saling mendukung untuk masa depan kita bersama, dan untuk anak-anak muda tunas bangsa negeri ini.

Pdt. Petroes St. Soeryo – alumnus SMA Kristen Petra 2 Manyar 1986

“Jika Anda ingin melihat bagaimana hasil pendidikan di Petra, lihatlah pada para alumninya, yang merupakan representasi dan testimoni dari hasil final pendidikannya.”

Pdt. Petroes St. Soeryo, Pelayan Tuhan dan direktur sekolah IPEKA di Jakarta

Sebagai alumnus, saya mengakui bahwa kualitas pendidikan di sekolah PPPK Petra sangat menonjol. Hal ini terbukti saat saya menempuh kuliah di IPB. Ketika banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan materi dan pola belajar perguruan tinggi, saya bisa dengan mudah mengikuti perkuliahan. Kebanyakan mahasiswa yang mudah mengikuti perkuliahan berasal dari sekolah-sekolah unggulan di Jakarta atau kota besar lainnya, dan Petra adalah salah satunya.

Selain kualitas pendidikannya, bersekolah di Petra membuat saya bisa bertemu dengan sosok-sosok pendidik yang menginspirasi saya, di antaranya adalah Ibu Ary Mulat dan Pak Budi. Kedua guru ini berinisiatif menunjuk saya untuk mewakili sekolah dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja. Di balik kemenangan yang saya raih kala itu, sebenarnya merekalah yang hebat, karena mereka adalah guru yang memiliki inisiatif untuk mengembangkan potensi siswanya. Saat ini saya bekerja sebagai pelayan Tuhan dan direktur sekolah IPEKA di Jakarta. Sementara itu, sosok pemimpin teladan saya dapatkan dari kepala sekolah saya, Bapak Michael Utomo. Suatu hari saya pernah menyatakan perbedaan pendapat secara terbuka kepada beliau di depan para guru dan siswa.

Saya sendiri heran dan ngeri mengingat keberanian saya pada saat itu. Namun keesokan harinya, saat beliau memanggil saya ke ruangannya, reaksi beliau sungguh di luar dugaan. Beliau menyambut saya dengan hangat dan menjabat tangan saya sambil berkata, “Petroes, sedikit anak muda yang seperti kamu. Berani menyatakan pendapat dan kebenaran. Saya sangat menghargai. Itu luar biasa.” Sampai sekarang, sosok beliau masih menjadi teladan dalam kepemimpinan saya.

Jika Anda ingin melihat bagaimana hasil pendidikan di Petra, lihatlah pada para alumninya, yang merupakan representasi dan testimoni dari hasil final pendidikannya. Oleh karena itu, saya mendukung dibentuknya IKAPETRA, karena bisa menjadi wadah yang melanjutkan “legacy” dari Sekolah PPPK Petra. Seperti tagline-nya, “Unity for better life”, maka akan banyak potensi dan benefit yang bisa kita peroleh dengan jumlah alumni yang mencapai puluhan ribu, baik itu berupa dana pendidikan, keteladanan para alumni yang dapat menginspirasi para siswa PPPK Petra, maupun sinergi untuk menjadi berkat bagi masyarakat sekitar dan negara Indonesia.

Alan Budikusumo Wiratama – alumnus SMA Kristen Petra 3 Kalianyar

” Saya mengajak alumni PPPK Petra untuk bergabung dalam IKAPETRA dan menjadi berkat sesama alumnus PPPK Petra. Terima kasih untuk IKAPETRA, walaupun hanya sesaat menjadi bagian dari PPPK Petra, tetapi perhatian dari teman-teman alumni membuat saya bangga menjadi bagian dari IKAPETRA. ”

Alan Budikusumo Wiratama, Pemain bulu tangkis peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dalam nomor tunggal putra, Juara Malaysia Open 1995, Juara Indonesia Open 1993, dan beberapa lainnya.

Saya seorang mantan atlet bulutangkis Indonesia. Lama pendidikan yang saya dapatkan di PPPK Petra hanya enam bulan saja, kemudian hijrah ke Jakarta untuk mengembangkan talenta di bidang bulu tangkis. Walaupun cukup singkat, saya merasakan sekolah dan kelas yang nyaman untuk belajar. Lingkungan sekolah yang baik dan nyaman di tengah kota. Orang tua saya mempercayakan kepada PPPK Petra karena sekolah Petra adalah salah satu sekolah terbaik di Surabaya. Sangat penting bagi anak untuk mendapatkan pendidikan tidak hanya pelajaran formal, tetapi juga dalam hal kreativitas dan kegiatan sosial.

Melalui talenta yang Tuhan berikan, saya bersyukur dapat meraih beberapa prestasi di bidang bulutangkis, antara lain medali emas Olimpiade Barcelona 1992 dalam nomor tunggal putra, Juara Malaysia Open 1995, Juara Indonesia Open 1993, dan beberapa lainnya. Saya pensiun dari dunia bulu tangkis setelah Olimpiade Atlanta 1996. Kegiatan saya sejak tahun 2003 adalah membuka usaha dalam bidang alat-alat olahraga dengan merek ASTEC (Alan Susi Technology).

Hubungan dengan teman-teman sesama alumnus masih terjalin saat ini. Saya berharap agar sesama alumni dapat saling membantu, memberikan informasi yang bermanfaat, dan menjalin komunikasi yang baik. Saya mendukung wadah IKAPETRA sebagai saluran komunikasi antaralumnus PPPK Petra.

Saya mengajak alumni PPPK Petra untuk bergabung dalam IKAPETRA dan menjadi berkat sesama alumnus PPPK Petra. Terima kasih untuk IKAPETRA, walaupun hanya sesaat menjadi bagian dari PPPK Petra, tetapi perhatian dari teman-teman alumni membuat saya bangga menjadi bagian dari IKAPETRA.