Site icon Pppkpetra

Pj Sekda Luwu Lepas Pawai Takbir Keliling dengan 1.003 Obor di Belopa

Perayaan Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Kabupaten Luwu. Pada Jumat, 20 Maret 2026, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Luwu, Muh. Rudi, mewakili Bupati Luwu, secara resmi melepas pawai takbir keliling bertajuk “Semarak 1.003 Obor se-Kabupaten Luwu” di Lapangan Andi Djemma, Belopa. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, tetapi merupakan simbol kebersamaan dan semangat religius masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Meriah dan Bermakna: Pawai Takbir Keliling

Pawai takbir keliling yang diadakan di Kota Belopa ini menjadi salah satu rangkaian acara dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Para peserta dengan penuh semangat melantunkan takbir sembari berkeliling di sejumlah ruas jalan, menciptakan suasana yang khidmat dan meriah. Dengan dihadiri oleh ribuan warga, kegiatan ini tak hanya menjadi ajang berkumpulnya umat, tetapi juga mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.

Jumlah obor yang mencapai 1.003 bukanlah angka yang sembarangan. Setiap obor yang diarak membawa makna simbolis yang mendalam. Obor-obor tersebut tak hanya berfungsi sebagai penerang malam, tetapi juga menggambarkan semangat yang menyala di hati setiap umat Islam, menandakan kemenangan setelah berjuang melawan hawa nafsu selama bulan Ramadan.

Makna Filosofis di Balik Pawai Takbir

Selain sebagai simbol perayaan, pawai ini menyimpan makna filosofis yang kaya. Dalam tradisi Islam, pawai takbir keliling ini melambangkan:

Ketiga makna ini menciptakan kesadaran akan pentingnya saling menghormati dan menjaga hubungan baik, baik dengan Tuhan, sesama manusia, maupun lingkungan sekitar. Dengan semangat inilah, pawai takbir keliling ini menjadi lebih dari sekadar acara, melainkan sebuah pergerakan sosial yang positif.

Peran Panitia dan Partisipasi Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Zainuddin Bundu, yang akrab disapa Ajis, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan simbol kemenangan umat Islam setelah sebulan berpuasa. “Kami berharap pawai ini bisa mempererat tali silaturahmi di antara masyarakat,” ucapnya. Kegiatan ini tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga mengajak partisipasi aktif dari berbagai kalangan, termasuk instansi pemerintah, organisasi, dan masyarakat umum.

Pj Sekda Luwu, Muh. Rudi, dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang terlibat dalam kelancaran acara ini. “Terima kasih kepada panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan kegiatan ini sebagai wujud cinta kita kepada Sang Pencipta. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan ini di masa mendatang dan akan menambah hadiah door prize agar acara yang akan datang semakin meriah,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan dukungan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi dan memperkuat kebersamaan masyarakat.

Rute Pawai dan Kehadiran Unsur Masyarakat

Pawai takbir keliling ini mengambil titik awal dari Lapangan Andi Djemma Belopa dan berakhir di lokasi yang sama, dengan rute mengelilingi kawasan pusat Kota Belopa. Selama perjalanan, para peserta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang menyaksikan dengan antusias. Kehadiran berbagai unsur masyarakat, termasuk Direktur RSUD Batara Guru Belopa, Kabag Umum Setda Luwu, jajaran Polres Luwu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu, Camat Belopa, serta kepala desa dan lurah se-Kecamatan Belopa, menambah semaraknya acara ini.

Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Dinas Perhubungan, unsur Pemadam Kebakaran, dan PSC 119 Luwu, menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menyukseskan acara-acara yang memiliki makna spiritual dan sosial. Kehadiran mereka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta dan penonton.

Semangat Kebersamaan dalam Perayaan Idulfitri

Seluruh rangkaian kegiatan pawai takbir keliling berlangsung dengan khidmat dan semarak, mencerminkan semangat kebersamaan yang tinggi di tengah masyarakat Kabupaten Luwu. Momen ini menjadi pengingat bahwa Idulfitri bukan hanya sekadar hari kemenangan, tetapi juga saat yang tepat untuk mempererat hubungan antarsesama dan meningkatkan rasa solidaritas.

Pawai takbir keliling ini bukan hanya sebuah tradisi, tetapi juga merupakan upaya bersama dalam menanamkan nilai-nilai religius dan sosial yang kuat. Dengan semangat yang terpancar dari setiap obor, diharapkan masyarakat semakin solid dalam membangun komunitas yang harmonis dan saling mendukung, tidak hanya pada saat perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi dan Harapan untuk Masa Depan

Dengan suksesnya pawai takbir keliling tahun ini, harapan besar muncul untuk tahun-tahun mendatang. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang, melibatkan lebih banyak elemen masyarakat dan menjangkau lebih banyak peserta. Inovasi dalam pelaksanaan pawai juga menjadi perhatian, agar setiap tahun acara ini semakin menarik dan berkesan.

Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen untuk mendukung setiap kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan religius. Dukungan ini bukan hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga dalam bentuk fasilitas dan promosi kegiatan agar lebih dikenal luas. Dengan demikian, pawai takbir keliling bisa menjadi salah satu agenda rutin yang dinantikan setiap tahun.

Dengan mengedepankan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pawai takbir keliling, masyarakat diharapkan tidak hanya merayakan Idulfitri, tetapi juga mengamalkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadakan acara serupa yang mampu mempererat tali persaudaraan dan menciptakan suasana penuh kebahagiaan.

➡️ Baca Juga: Beasiswa S2 Kebijakan Publik 2025: Dukung Perubahan Sosial

➡️ Baca Juga: Menggali Potensi Energi Angin di Indonesia

Exit mobile version