Proses evakuasi anak buah kapal (ABK) yang meninggal dunia di perairan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh instansi terkait. Pada Sabtu sore, 14 Maret 2026, tim dari Sat Polairud Polres Lhokseumawe terlibat dalam evakuasi medis yang sangat penting ini. Situasi ini menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga dan kesiapsiagaan dalam menangani kondisi darurat di laut. Dalam artikel ini, kita akan menjelaskan secara mendalam mengenai proses evakuasi ABK yang meninggal dunia, termasuk rincian pelaksanaan dan kerjasama antar instansi yang terlibat.
Proses Evakuasi ABK Meninggal Dunia
Pada sore hari tersebut, personel dari Sat Polairud Polres Lhokseumawe berpartisipasi dalam evakuasi seorang ABK berusia 60 tahun bernama Kasno. Ia merupakan warga negara Indonesia yang dilaporkan meninggal dunia akibat sesak napas di atas kapal TB MM. Berly/BG. MM Royal, yang berlayar di perairan Krueng Geukueh, Desa Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara. Kapal tersebut terdaftar di bawah bendera Saint Kitts and Nevis Singapore.
Kejadian ini bukan hanya menyoroti risiko yang dihadapi oleh para pelaut, tetapi juga menekankan pentingnya tindakan cepat dalam situasi darurat. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kasat Polairud, AKP Edwin, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam evakuasi ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk membantu dan memastikan keselamatan di wilayah perairan.
Keterlibatan Tim SAR Gabungan
Dalam misi evakuasi ini, tim SAR gabungan berkolaborasi dengan personel Sat Polairud. Mereka berangkat menuju lokasi kapal untuk melakukan evakuasi terhadap ABK yang dilaporkan meninggal dunia ini. Penggunaan Tug Boat TB Krueng Geukueh memudahkan akses ke kapal yang menjadi lokasi kejadian.
- Tim SAR gabungan berangkat pada pukul 14.40 WIB.
- Proses evakuasi dilakukan di lokasi kejadian di laut.
- Evakuasi dilakukan dengan cermat untuk memastikan keselamatan semua pihak.
- Setelah proses evakuasi selesai, tim kembali ke darat pada pukul 18.14 WIB.
- Jenazah dibawa ke Pelabuhan Umum Krueng Geukueh.
Keberhasilan proses evakuasi ini sangat bergantung pada kerjasama yang baik antar instansi yang terlibat. Setiap elemen tim berfungsi dengan baik, memastikan bahwa proses evakuasi berlangsung tanpa hambatan.
Proses Administrasi Setelah Evakuasi
Setelah berhasil mengevakuasi jenazah Kasno, langkah selanjutnya adalah membawa jenazah tersebut ke Kantor Imigrasi Lhokseumawe. Proses administrasi ini penting untuk memastikan bahwa semua dokumentasi terkait penanganan jenazah berlangsung sesuai prosedur. Setelah itu, jenazah akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin di Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.
Pentingnya proses administrasi ini tidak bisa diremehkan, karena hal ini juga berpengaruh pada keluarga yang ditinggalkan. Mereka perlu mengetahui bahwa semua langkah diambil dengan prosedur yang benar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Unsur-Unsur yang Terlibat dalam Evakuasi
Evakuasi ABK yang meninggal dunia ini melibatkan berbagai instansi dan pihak yang saling berkoordinasi. Beberapa unsur yang terlibat antara lain:
- Kantor Kesehatan Pelabuhan Lhokseumawe
- Syahbandar Lhokseumawe
- Pelindo Cabang Lhokseumawe
- Perwakilan agen pelayaran PT Lidya Marine Lines
- Posal Krueng Geukueh
- Personel Polsek Dewantara
- KP3 Pelabuhan Krueng Geukueh
- Basarnas Kabupaten Bireuen
- Imigrasi Lhokseumawe
Kerjasama yang solid antara berbagai instansi ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam menangani situasi darurat. Setiap elemen memiliki peran masing-masing yang mendukung keberhasilan proses evakuasi dan penanganan jenazah.
Keadaan di Pelabuhan setelah Evakuasi
Setelah semua proses evakuasi dan administrasi selesai, keadaan di pelabuhan terpantau aman dan kondusif. Hal ini sangat penting untuk menjaga ketertiban dan keselamatan bagi semua pihak yang berada di lokasi. Personel kepolisian dan tim SAR tetap berada di area tersebut untuk memastikan tidak ada masalah yang timbul setelah evakuasi.
Situasi yang kondusif ini memberikan rasa aman bagi keluarga dan kerabat yang menunggu kabar. Mereka bisa merasa tenang karena proses evakuasi telah dilakukan dengan baik dan profesional.
Kesimpulan
Pentingnya evakuasi ABK yang meninggal dunia ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan kerjasama antar instansi adalah kunci dalam menangani situasi darurat di laut. Proses yang terorganisir dan terencana dengan baik memberikan dampak positif, tidak hanya bagi pihak yang terlibat dalam evakuasi, tetapi juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak agar selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Olahraga Populer 2025: Apa yang Sedang Tren?
➡️ Baca Juga: Tawuran di Kemayoran Jakpus, 4 Remaja Bersenjata Tajam Ditangkap

