happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
Bupati Ing IskandarsyahGerakan Wisata BersihKarimunKepriPariwisata

Bupati Karimun Iskandarsyah Terapkan Tiga Strategi Unggul untuk Pariwisata Bersih

Pembangunan sektor pariwisata yang bersih dan berkelanjutan menjadi fokus utama bagi Pemerintah Kabupaten Karimun. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengungkapkan komitmen melalui Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang dilaksanakan pada tanggal 27 September 2026 di Pantai Pelawan. Acara ini bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelajar, pemerintah, dan 150 relawan pariwisata.

Strategi Utama untuk Mewujudkan Pariwisata Bersih

Dalam peluncuran GWB, Bupati Iskandarsyah menekankan tiga strategi utama yang menjadi kunci untuk meningkatkan tata kelola lingkungan dan mendukung keberlanjutan destinasi wisata di Karimun. Strategi-strategi ini bertujuan untuk menciptakan pariwisata bersih yang tidak hanya bermanfaat bagi pengunjung, tetapi juga bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitar.

1. Penataan Kawasan Pesisir dan Pantai

Iskandarsyah menggarisbawahi pentingnya penataan kawasan pesisir dan pantai dengan mematuhi ketentuan sempadan yang berlaku. Pembatasan pembangunan di area sempadan ini, yang disesuaikan dengan aturan tata ruang dan karakteristik wilayah, sangat penting untuk menjaga fungsi ekologis pantai. Tujuannya adalah agar kawasan pesisir tetap dapat digunakan oleh masyarakat sebagai ruang publik.

Penataan tersebut juga bertujuan untuk memastikan bahwa pertumbuhan aktivitas wisata tidak akan merusak kelestarian lingkungan pesisir yang ada.

2. Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Strategi kedua yang diusung adalah penguatan pengelolaan sampah yang dilakukan dari hulu, dengan fokus pada tingkat RT/RW sebagai basisnya. Bupati Iskandarsyah mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui partisipasi masyarakat di tingkat lokal.

Dengan mengelola sampah sejak dari sumbernya, diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan meminimalisir potensi pencemaran lingkungan. Iskandarsyah menegaskan bahwa permasalahan sampah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat di lingkungan masing-masing.

3. Inovasi Daur Ulang dan Ekonomi Sirkular

Strategi ketiga berfokus pada inovasi daur ulang dan penerapan ekonomi sirkular, khususnya dengan melibatkan generasi muda dan pelajar. Bupati Iskandarsyah mendorong generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dalam mengolah limbah plastik menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

  • Bahan bakar alternatif
  • Paving block dari limbah plastik
  • Pupuk kompos cair dari limbah organik

Upaya ini diharapkan dapat mengubah perspektif masyarakat terhadap sampah, dari sekadar isu lingkungan menjadi peluang inovasi dan sumber ekonomi yang menguntungkan.

“Jika masalah sampah tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa berujung pada bencana. Karena wilayah kita sebagian besar adalah laut, maka menjaga kebersihan sangatlah penting. Laut adalah rumah kita,” kata Iskandarsyah dengan tegas.

Memupuk Kesadaran Lingkungan di Kalangan Masyarakat

Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya terlibat dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadikan gerakan menjaga kebersihan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. “Mari kita mulai dari diri sendiri. Kurangi penggunaan plastik sekali pakai, jangan membuang sampah sembarangan, pilah sampah dari rumah, manfaatkan kembali sampah yang masih bernilai, dan pastikan sampah dibuang melalui sistem pengelolaan yang ada di lingkungan kita,” imbuhnya.

Ia juga mengajak masyarakat, pengelola destinasi wisata, pelaku usaha, sekolah, dan perangkat RT/RW untuk secara rutin melakukan aksi bersih lingkungan. Hal ini termasuk menjaga kawasan pantai dan pesisir serta melaporkan titik-titik penumpukan sampah agar dapat segera ditangani.

Aksi Nyata untuk Pariwisata Bersih

“Jangan menunggu pemerintah untuk bergerak. Mulailah dari rumah, lingkungan RT/RW, sekolah, tempat usaha, dan kawasan wisata. Jika setiap orang melakukan satu tindakan nyata setiap hari, maka bersama-sama kita dapat menciptakan gerakan besar untuk Karimun yang bersih dan pariwisata yang berkelanjutan,” tambahnya.

Pesan Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih bukan hanya sekadar agenda peringatan Hari Pariwisata Sedunia, tetapi juga ajakan untuk membangun kebiasaan baru. Kebiasaan tersebut mencakup pengurangan sampah, pelestarian pesisir, pengelolaan limbah, dan perawatan destinasi wisata secara konsisten, demi menciptakan pariwisata bersih yang berkelanjutan di Kabupaten Karimun.

➡️ Baca Juga: Kapolri Lakukan Mutasi PJU Polda Sumut, AKBP Budi Prasetyo Resmi Jabat Kapolres Sibolga

➡️ Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim: Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Related Articles

Back to top button