Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud Hadiri Rapat Paripurna untuk Meningkatkan Kinerja Pemerintah

Walikota Balikpapan, DR. H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kinerja pemerintahan dengan menghadiri berbagai agenda penting pada Senin, 29 September 2026. Dari apel pagi pegawai yang diadakan di Balai Kota Balikpapan pukul 07.45 Wita, hingga rapat paripurna yang menjadi sorotan utama, setiap langkahnya mencerminkan dedikasi untuk memajukan daerah ini. Dalam konteks pemerintahan yang semakin kompleks, kehadiran Walikota dalam setiap kegiatan merupakan langkah strategis untuk memastikan agar program-program pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif.
Agenda Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan
Agenda utama yang dihadiri oleh Walikota Balikpapan adalah rapat paripurna DPRD yang dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 Wita. Dalam pertemuan ini, Walikota bersama rombongan menuju gedung DPRD dengan berjalan kaki, menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan dengan masyarakat. Rapat ini bertujuan untuk menyampaikan pendapat akhir dari fraksi-fraksi DPRD terkait jawaban Walikota atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2026.
Rapat paripurna ini menjadi momen krusial karena membahas beberapa poin penting yang akan mempengaruhi arah kebijakan publik. Melalui forum ini, Walikota dapat memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai kebijakan yang diusulkan serta menjawab pertanyaan dari anggota dewan.
Persetujuan Bersama Raperda Perubahan APBD 2026
Setelah penyampaian pendapat, rapat paripurna dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama terhadap Raperda Perubahan APBD 2026. Proses ini adalah langkah penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan adanya perubahan APBD, diharapkan ada pergeseran fokus dalam pengeluaran anggaran yang lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
- Peningkatan infrastruktur publik
- Program sosial untuk masyarakat kurang mampu
- Pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan
- Optimalisasi anggaran untuk sektor pariwisata
- Pengembangan ekonomi kreatif lokal
Pengumuman Penting dalam Rapat Paripurna
Dalam agenda yang sama, juga diumumkan penetapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Dengan adanya Perda ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami bagaimana anggaran dikelola dan digunakan untuk kepentingan publik.
Pertemuan dengan Komisariat Real Estate Indonesia (REI)
Setelah menyelesaikan rapat paripurna, Walikota Balikpapan melanjutkan agendanya dengan menerima audiensi dari Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Kota Balikpapan. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Walikota Balikpapan sekitar pukul 10.00 Wita. Audiensi ini bertujuan untuk menjalin kerjasama yang lebih baik antara pemerintah daerah dan pengembang properti, dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Kota Balikpapan.
Diskusi dalam audiensi ini mencakup beberapa isu penting, antara lain:
- Pengembangan hunian yang terjangkau
- Proyek infrastruktur publik yang melibatkan sektor swasta
- Dampak pembangunan terhadap lingkungan
- Peningkatan aksesibilitas kawasan perumahan
- Kolaborasi dalam program pembangunan berkelanjutan
Agenda Audiensi dengan Lembaga Bantuan Hukum
Agenda berikutnya yang tidak kalah penting adalah audiensi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Balikpapan. Pertemuan ini dijadwalkan untuk mengikuti waktu pimpinan LBH dan berlangsung di Kantor Walikota Balikpapan. Dalam audiensi ini, Walikota Balikpapan berkomitmen untuk mendengarkan masukan dan saran dari lembaga hukum mengenai berbagai isu sosial dan hukum yang dihadapi masyarakat.
Kerjasama antara pemerintah daerah dan LBH sangat penting untuk memberikan akses hukum yang lebih baik kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Melalui dialog ini, diharapkan solusi konkret dapat ditemukan untuk mengatasi berbagai masalah hukum yang ada.
Pentingnya Komunikasi dalam Pemerintahan
Dalam setiap agenda yang dihadiri oleh Walikota Balikpapan, terlihat jelas bahwa komunikasi menjadi kunci utama. Kehadiran Sekretaris Daerah (Sekda) dalam agenda apel pagi dan audiensi LBH Hidayatullah menunjukkan pentingnya koordinasi antar instansi pemerintah. Sementara itu, kehadiran Walikota dalam rapat paripurna DPRD serta audiensi dengan REI menegaskan perannya sebagai pemimpin yang responsif terhadap berbagai isu.
Rangkaian agenda yang dilakukan Walikota pada awal pekan ini menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan mendengarkan aspirasi masyarakat. Dengan fokus pada perubahan APBD 2026 dan berbagai audiensi yang melibatkan berbagai pihak, Walikota Balikpapan berupaya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan.
Menjaga Keterlibatan Masyarakat dalam Proses Pemerintahan
Salah satu tantangan terbesar dalam pemerintahan saat ini adalah menjaga keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Melalui audiensi dan pertemuan dengan berbagai lembaga, Walikota Balikpapan berusaha untuk menciptakan ruang dialog yang inklusif. Ini adalah langkah yang penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil dapat mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menyampaikan informasi yang jelas dan akurat kepada masyarakat mengenai setiap kebijakan yang diambil. Dengan adanya transparansi, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mendukung program-program pemerintah yang ada.
Membangun Kepercayaan Masyarakat
Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan pemerintahan yang efektif. Walikota Balikpapan, melalui serangkaian agenda dan audiensi, berusaha untuk membangun kepercayaan tersebut dengan cara:
- Memberikan penjelasan yang transparan mengenai kebijakan
- Melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan
- Mendengarkan masukan dari berbagai pihak
- Menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga
- Menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat
Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih terlibat dan memiliki andil dalam setiap langkah yang diambil oleh pemerintah daerah. Keterlibatan ini bukan hanya penting untuk legitimasi kebijakan, tetapi juga untuk menciptakan rasa memiliki di kalangan masyarakat.
Menghadapi Tantangan dan Peluang ke Depan
Dalam menjalankan tugasnya, Walikota Balikpapan tidak hanya dihadapkan pada tantangan, tetapi juga pada berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap agenda yang dihadiri oleh Walikota adalah langkah strategis untuk menavigasi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang yang ada.
Dengan adanya fokus pada perubahan APBD dan kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait, Walikota Balikpapan berupaya untuk menciptakan kebijakan yang tidak hanya responsif tetapi juga proaktif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui pendekatan yang inklusif dan partisipatif, diharapkan pemerintah daerah dapat menciptakan iklim yang kondusif untuk pertumbuhan dan pembangunan yang berkelanjutan. Walikota Balikpapan, dengan segala dedikasinya, terus berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi Kota Balikpapan.
➡️ Baca Juga: Polda Banten Tindak Tegas dengan Menutup Permanen Lapak Sabung Ayam di Walantaka
➡️ Baca Juga: Jokowi Blak-blakan Soal Usulan ke MPR soal Pemakzulan Wapres Gibran




