pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot gacor depo 10k slot depo 10k
Batam

BP Batam Dukung UKW PWI Kepri dalam Mencetak Wartawan Berkualitas dan Perkuat Kemitraan Pers

Dalam dunia jurnalistik, kualitas wartawan sangat menentukan keakuratan dan kredibilitas informasi yang disampaikan kepada publik. Menyadari hal ini, BP Batam mengambil langkah proaktif untuk mendukung pengembangan kemampuan wartawan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melalui kolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) setempat. Dukungan ini ditunjukkan dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan etika kerja para jurnalis.

Dukungan BP Batam terhadap PWI Kepri

Dalam kesempatan menjadi narasumber pada kegiatan UKW yang diselenggarakan di Balairung Sari BP Batam pada tanggal 18 September 2026, Ariastuty Sirait selaku Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung PWI Kepri. Menurutnya, PWI Kepri merupakan mitra strategis yang berperan penting dalam penyampaian informasi yang akurat dan konstruktif kepada masyarakat.

Ariastuty menyampaikan harapannya agar PWI Kepri terus berupaya meningkatkan profesionalisme di kalangan wartawan. “Kami berharap PWI Kepri dapat terus meningkatkan kualitas wartawan, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin positif, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Wartawan

Peningkatan kompetensi wartawan menjadi sangat krusial dalam membangun kualitas dunia pers. Ariastuty menekankan bahwa pelaksanaan UKW sangat strategis untuk menghasilkan wartawan yang semakin berkompeten, baik dalam menggali informasi maupun dalam menyajikannya kepada publik. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa berita yang disajikan memiliki standar yang tinggi.

  • Memperkuat kredibilitas informasi.
  • Meningkatkan profesionalisme wartawan.
  • Mendorong pemberitaan yang bertanggung jawab.
  • Menjamin akurasi dalam laporan berita.
  • Membangun kepercayaan masyarakat terhadap media.

“Kami mengucapkan selamat kepada PWI Kepri atas pelaksanaan UKW ini dan berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dengan baik,” tambahnya, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pelaksanaan UKW ini.

Temanya: Menegakkan Integritas dan Profesionalisme Pers

UKW PWI Kepri mengusung tema “Menegakkan Integritas dan Profesional Pers demi Menjaga Marwah Negeri.” Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari 18 hingga 19 September 2026, diikuti oleh 36 wartawan yang dibagi ke dalam tiga jenjang, yaitu 15 peserta untuk jenjang Muda, 14 untuk Madya, dan tujuh untuk Utama.

Berbagai Jenjang dan Ujian yang Dihadapi Peserta

Direktur UKW PWI, Aat Surya Safaat, menjelaskan bahwa peserta jenjang Muda dan Madya harus menghadapi masing-masing 11 mata uji, sementara untuk jenjang Utama terdiri atas 10 mata uji. Ia mengingatkan para peserta untuk fokus pada materi hukum pers dan Kode Etik Jurnalistik, serta berbagai peraturan yang relevan dengan dunia pers.

Aat menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap materi tersebut, yang sebelumnya telah disampaikan dalam kegiatan pra-UKW. “Peserta diharapkan tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami penerapannya dalam praktik jurnalistik,” ujarnya.

Pentingnya Kemampuan Menulis dalam UKW

Selain pemahaman regulasi dan etika, kemampuan menulis juga merupakan aspek penting dalam Uji Kompetensi Wartawan. Pada jenjang Muda, peserta diuji untuk menulis berita berdasarkan hasil wawancara atau doorstop. Aat menegaskan bahwa setiap informasi yang diperoleh dalam mata uji harus dikembangkan menjadi berita yang utuh.

“Wartawan tidak cukup hanya mengulangi pernyataan dari narasumber. Mereka harus mampu memperkaya informasi dengan mencari keterangan tambahan, menghadirkan narasumber lain, dan mengaitkannya dengan pernyataan sebelumnya,” jelasnya. Kemampuan menggali informasi dengan baik menjadi salah satu indikator kompetensi yang sangat penting bagi seorang wartawan.

Menulis Berita, Feature, dan Tajuk

Aat juga menjelaskan bahwa dalam penulisan feature, peserta tidak boleh terjebak pada pola berita langsung. Feature memberikan ruang yang lebih luas untuk mengembangkan sudut pandang dan gaya penulisan, asalkan tetap berpegang pada prinsip-prinsip jurnalistik. “Feature bisa dimulai dari sesuatu yang menarik dan diakhiri dengan elemen yang mengesankan,” tambahnya.

Dalam penulisan tajuk, peserta diharapkan memahami isu-isu yang berkembang, mulai dari kebijakan perusahaan hingga fenomena sosial. Tajuk merupakan refleksi pandangan redaksi terhadap suatu persoalan, sehingga penting bagi wartawan untuk memahami secara menyeluruh sebelum menuangkannya dalam tulisan.

Menumbuhkan Pemikiran Kritis Wartawan

Aat menekankan bahwa kemampuan menulis berita, feature, dan tajuk adalah komponen penting dalam membangun wartawan yang profesional. Ia mengutip ungkapan terkenal dari seorang filsuf Prancis: “Aku berpikir karena aku menulis,” yang relevan dengan tuntutan profesi wartawan untuk berpikir kritis, mengolah informasi, dan menyampaikannya dalam bentuk tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Seluruh peserta diharapkan mengikuti UKW dengan percaya diri dan menjunjung tinggi integritas. “Melihat wajah para peserta, saya merasakan optimisme yang tinggi. Jika kita optimis dan memancarkan energi positif, alam akan merespons dengan cara yang sama,” tutup Aat, menggugah semangat para wartawan untuk menjalani ujian dengan semangat dan keyakinan.

➡️ Baca Juga: Ulasan Blue Compass: Arm Mikrofon Terkuat dan Paling Estetik untuk Kualitas Suara Optimal

➡️ Baca Juga: Ulasan Terpercaya Stylus Pen Murah untuk Tablet Android yang Paling Responsif

Related Articles

Back to top button