Wakil Bupati Lombok Timur Laksanakan Sosialisasi Kesehatan Mental dan Anti-Bullying untuk Remaja

Dalam era modern yang ditandai oleh perkembangan teknologi yang pesat dan penggunaan media sosial yang luas, isu kesehatan mental remaja semakin mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, upaya untuk mendukung kesehatan mental remaja menjadi sangat penting, terutama di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi. Salah satu langkah konkret dalam mengatasi masalah ini dilakukan oleh Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang baru-baru ini meluncurkan program sosialisasi kesehatan mental dan anti-bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada remaja tentang kesehatan mental serta mengatasi bullying, yang sering kali menjadi masalah serius di kalangan pelajar.
Kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental dan Anti-Bullying
Pada Rabu, 28 Oktober, Wakil Bupati Lombok Timur mengadakan acara sosialisasi kesehatan mental dan anti-bullying di Ruang Rapat Utama (Rupatama) 1 Kantor Bupati. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Lombok Timur, dalam rangka merayakan Hari Santri yang ke-12 dan Sumpah Pemuda yang ke-98. Acara ini juga melibatkan kolaborasi dengan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) setempat. Tema yang diangkat adalah “Sehat Mentalnya, Tolak Bullyingnya, Kuat Karakternya, Beradab Orangnya”, yang sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
Apresiasi untuk Inisiatif yang Positif
Dalam sambutannya, Wakil Bupati sangat mengapresiasi upaya Pimpinan Cabang Muslimat NU yang telah berinisiatif menggelar kegiatan ini. Menurutnya, tema sosialisasi sejalan dengan momen peringatan Hari Santri dan Sumpah Pemuda, sehingga diharapkan dapat membentuk karakter dan jiwa remaja yang lebih baik.
“Langkah ini merupakan hal yang positif dan strategis bagi kita di Lombok Timur. Saya berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi materi yang disampaikan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua peserta,” ungkapnya.
Pentingnya Kesadaran akan Kesehatan Mental
Wakil Bupati juga menyadari bahwa perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang sangat luas berpengaruh terhadap perilaku dan kesehatan mental remaja. Perubahan pola pergaulan serta tekanan dalam dunia pendidikan membuat remaja lebih rentan terhadap masalah mental. Oleh karena itu, kesehatan mental menjadi isu yang harus mendapatkan perhatian lebih dari semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan pemerintah.
Lingkungan keluarga yang sehat dan nyaman sangat penting untuk dibangun agar remaja merasa aman, dihargai, dan didengarkan. “Jangan biarkan anak-anak kita merasa terpaksa untuk diam saat menghadapi masalah. Jangan biarkan mereka kehilangan kepercayaan diri hanya karena perlakuan buruk dari teman-temannya,” tegasnya.
Peran Orang Tua dan Guru
Wakil Bupati mengingatkan bahwa dukungan dan perhatian dari orang tua, guru, dan sahabat sangat diperlukan bagi kesehatan mental remaja. Anak-anak perlu didorong untuk tidak ragu meminta bantuan ketika mereka menghadapi kesulitan, karena hal ini bukanlah tanda kelemahan.
“Meminta bantuan saat mengalami kesulitan bukanlah tanda kegagalan. Mari kita budayakan interaksi sosial yang sehat. Jadilah generasi yang membela kebenaran, saling mendukung satu sama lain, bukan saling menjatuhkan,” imbuhnya.
Memanfaatkan Teknologi dengan Bijak
Di era digital ini, Wakil Bupati juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi dalam cara yang positif. Teknologi bisa menjadi alat untuk membangun semangat serta kebijaksanaan dalam bertindak.
“Akhlak sangat penting, tetapi kemajuan teknologi yang cepat dan pengetahuan yang luas juga harus menjadi semangat untuk berperilaku bijaksana. Saya berharap pelajar di Lombok Timur dapat menjadi remaja yang religius, sejalan dengan visi dan misi Lombok Timur,” ujarnya.
Pembacaan Deklarasi Komitmen Pelajar
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan pembacaan Deklarasi Komitmen Pelajar Anti-Bullying, yang menjadi langkah awal bagi para peserta untuk berkomitmen menolak segala bentuk bullying. Selain itu, juga disampaikan beberapa materi terkait kesehatan mental yang dapat membantu remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan mental mereka.
Peserta yang Hadir dalam Kegiatan
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Cabang NU dan Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Lombok Timur, Pimpinan GOW Lombok Timur, serta perwakilan pelajar dari tingkat Madrasah Aliyah se-Lombok Timur. Dengan kehadiran berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak positif yang luas bagi kesehatan mental remaja di daerah ini.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Wakil Bupati Lombok Timur dan berbagai instansi terkait, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang mendukung kesehatan mental remaja, serta mengurangi kasus bullying di kalangan pelajar. Melalui kolaborasi dan kesadaran bersama, kita dapat membangun generasi muda yang lebih kuat dan berkarakter baik.
➡️ Baca Juga: Tawuran di Kemayoran Jakpus, 4 Remaja Bersenjata Tajam Ditangkap
➡️ Baca Juga: Danrem 131/Santiago Ajak Masyarakat Lindungi Hutan untuk Masa Depan Sulawesi Utara




